MENU-ARTIKEL
IMAM MALIKI BIN ANAS (92H / 712M – 179H / 798M)
Al-Imam Abu Abdillah Anas Ibn Malik Al-Ashbahi, adalah salah seorang dari imam yang empat pembangun madzhab maliki
1. Dasar-Dasar Madzhab Imam Malik
Dasar-dasar hukum yang diambil dan dipergunakan oleh imam malik dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Kitab Allah (Al-Qur'an)
b. Sunnah Rasul yang telah beliau pandang sah
c. Ijma' para ulama madinah, Ijma adalah kesepakan semua mujtahid muslim pada suatu masa setelah wafatnya rasulallah SAW, atas hukum syara' mengenai suatu kejadian. tetapi kadang-kadang beliau menolak hadist apabila ternyata berlawanan atau tidak diamalkan oleh para ulama Madinah.
d. Qiyas
e. Istislah (mashalihul mursalah)
Istislah adalah mengekalkan apa yang telah ada karena suatu hal yang belum diyakini. Adapun mashalihul mursalah ialah memelihara tujuan-tujunan syara' dengan jalan menolaak segala sesuatu yang merusak makhluk.
2. Cara Imam Malik Memberi Fatwa
Imam malik adalah seorang yang terkenal alim besar tetapi amat berhati-hati dan amat teliti dalam urusan riwayat yang dikatakan hadist dari nabi. Ringkasnya bahwa cara-cara beliau member fatwa bisa dilihat dari cara beliau memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan kepada beliau.
Imam syafi'I berkata "sungguh aku telah menyaksikan imam malik, bahwa beliau pernah ditanya masalah sebanyak 40 masalah beliau menjawab "saya belum tau" ". dari pernyataan ini jelaslah, bahwa beliau adalah seorang yang amat berhati-hati menjawab masalah yang bertalian dengan hukum-hukum keagamaan.